“Manfaat Menggambar untuk Anak PAUD AL AZHAAR TULUNGAGUNG : Mengembangkan Kreativitas, Motorik, dan Bahasa”

 

Menggambar untuk anak PAUD AL AZHAAR TULUNGAGUNG memiliki beberapa fungsi penting, antara lain:

1. Kreativitas: Menggambar memungkinkan anak untuk mengekspresikan kreativitas mereka. Ini membantu mereka mengembangkan kemampuan berpikir kreatif.

2. Motorik Halus: Menggambar melibatkan gerakan tangan yang halus, membantu meningkatkan koordinasi mata dan tangan anak serta perkembangan motorik halus mereka.

3. Bahasa: Menggambar juga dapat membantu anak mengembangkan kemampuan bahasa. Mereka dapat bercerita tentang gambar-gambar mereka atau mengungkapkan ide dan perasaan melalui gambar.

4. Konsentrasi: Aktivitas menggambar membantu anak meningkatkan kemampuan konsentrasi dan fokusnya.

5. Perasaan: Menggambar dapat menjadi cara anak untuk mengekspresikan perasaan dan emosi

 

Rahasia kesehatan santri PAUD AL AZHAAR TULUNGAGUNG terungkap: Jus buah ajaib meningkatkan kesehatan

 

Dalam kegiatan yang dilakukan di Santri Paud Al Azhaar Tulungagung, para santri belajar cara membuat jus buah yang sangat baik untuk kesehatan. Mereka dibimbing oleh Ustadzah mereka dalam mencampurkan berbagai jenis buah seperti buah naga, buah jeruk, buah semangka, dan buah jambu. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan life skills pada anak-anak dan juga untuk menambah wawasan berfikir mereka agar lebih kreatif.

Selain dapat meningkatkan keterampilan anak-anak, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui konsumsi buah-buahan. Buah-buahan mengandung banyak vitamin dan mineral yang penting bagi tubuh. Jus buah yang segar dan alami ini merupakan cara yang menyenangkan untuk meningkatkan asupan nutrisi pada anak-anak.

Kegiatan ini dilakukan di gedung Paud Al Azhaar Tulungagung yang memiliki lingkungan yang sejuk dan indah. Para santri sangat senang dan menikmati kegiatan ini karena mereka tidak hanya belajar tentang pentingnya kesehatan, tetapi juga dapat berinteraksi dan bersosialisasi bersama teman-teman mereka.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri dapat mengembangkan kebiasaan sehat sejak dini. Mereka diajarkan pentingnya mengonsumsi buah-buahan secara teratur dan cara-cara kreatif untuk menyajikannya. Dengan demikian, mereka dapat meningkatkan kesadaran dan minat dalam menjaga kesehatan tubuh mereka sendiri.

Kegiatan seperti ini bukan hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan rajin mengonsumsi jus buah dan menerapkan gaya hidup sehat, para santri di Santri Paud Al Azhaar Tulungagung diharapkan akan tumbuh menjadi individu yang sehat dan berkualitas.

Kehebohan dan Keasyikan Santri Paud Al Azhaar Tulungagung di Tempat Wisata Tegal Pule yang Seru dan Wow!”

Santri Paud Al Azhaar Tulungagung memperlihatkan keceriaan dan semangat yang luar biasa saat mengunjungi tempat wisata Tegal Pule. Agenda rutin ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan semangat belajar, tetapi juga memberikan kesempatan kepada santri untuk mengexplore alam sekitar. Di bawah panduan yang baik dari para Guru, semua anak merasa sungguh senang dan bergembira saat bermain bersama di tempat tersebut. Mereka bahkan memiliki kesempatan untuk naik delman, melihat ikan-ikan yang indah, dan bermain di rumah joglo yang nyaman. Kenyamanan tempat tersebut terlihat dari adanya televisi dan tempat duduk yang luas, yang memungkinkan anak-anak untuk leluasa bermain dan menikmati suasana bersama. Semua momen super keren ini juga berhasil diabadikan dalam foto-foto yang menggambarkan kehebohan dan keasyikan santri saat berada di Tegal Pule.

ANAK-ANAK PAUD AL AZHAAR TULUNGAGUNG BELAJAR MEMBUAT JENANG TRADISIONAL

Tulungagung, 1 September 2023 – Sebuah momen tak terlupakan terjadi di Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, di mana anak-anak Paud Al Azhaar secara antusias belajar proses pembuatan jenang tradisional dari seorang ahli, Pak Lasimun, yang terkenal tidak hanya di kabupaten Tulungagung tetapi juga secara nasional. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran life skill yang berharga bagi 30 anak yang terdiri dari kelas B1 dan B2 Paud Al Azhaar Tulungagung.

Pak Lasimun, seorang yang berpengalaman dalam pembuatan jenang tradisional, membuka pintu rumahnya dan hatinya untuk berbagi pengetahuan kepada generasi muda. Dalam pelajarannya, ia menjelaskan bahwa pembuatan jenang melibatkan tiga bahan utama: tepung beras, kelapa, dan gula merah. Proses memasaknya memerlukan kesabaran, dengan waktu masak selama 6 jam yang memerlukan pengadukan kontinu. Anak-anak Paud Al Azhaar dengan mata berbinar-binar mendengarkan penjelasan detail ini.

“Kegiatan ini sangat berharga bagi anak-anak kami,” kata Ustadzah Ririn Nurnaningsih, guru pendamping yang memimpin rombongan. “Mereka tidak hanya belajar tentang cara membuat jenang tradisional, tetapi juga pentingnya kesabaran dan ketelatenan dalam pekerjaan. Ini adalah pelajaran life skill yang akan berguna dalam kehidupan sehari-hari mereka.”

Guru pendamping sebanyak 6 orang dengan penuh semangat membantu anak-anak dalam proses belajar. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk mengajarkan cara membungkus jenang dengan kertas pembungkus yang benar dan ciamik. Keahlian ini juga dianggap penting dalam melestarikan budaya lokal.

Bu Nurhayati, Kepala Sekolah Paud Al Azhaar Tulungagung, tak hanya memberangkatkan rombongan, tetapi juga ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Beliau mengungkapkan, “Kami sangat bangga dengan semangat anak-anak kami dalam belajar dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ini adalah salah satu cara kami mengajarkan mereka tentang nilai-nilai kearifan lokal dan pentingnya berbagi pengetahuan dengan masyarakat sekitar.”

Kegiatan ini merupakan contoh nyata bagaimana pendidikan tidak hanya terbatas pada kelas, tetapi juga melibatkan interaksi dengan komunitas dan budaya setempat. Anak-anak Paud Al Azhaar Tulungagung membawa pulang pengalaman berharga dan keterampilan baru yang akan membantu mereka tumbuh menjadi generasi yang berpenghargaan terhadap tradisi dan memiliki keterampilan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Kami berharap kegiatan seperti ini akan terus berlanjut untuk mendukung pembelajaran yang beragam dan pembentukan karakter anak-anak di Paud Al Azhaar Tulungagung. Semoga mereka terus termotivasi untuk belajar dan berbagi dengan masyarakat sekitar.

Dengan demikian, kegiatan belajar pembuatan jenang tradisional bersama Pak Lasimun di Desa Bono, Tulungagung, tidak hanya memberikan pengetahuan tentang warisan budaya lokal tetapi juga memupuk semangat berbagi pengetahuan dan keterampilan dalam generasi muda. Semoga anak-anak ini terus tumbuh menjadi individu yang berharga bagi masyarakat Tulungagung dan Indonesia secara keseluruhan.

Belajar Yanbu’a Dengan Media

Yanbu’a Time

Mengajarkan Al Qur’an sejak dini adalah suatu kebutuhan, agar anak terbiasa mencintai al Qur’an. Salah satunya adalah mengenalkan huruf-huruf hijaiyah yang ada dalam Al Qur’an.

Ada banyak metode dalam mengajarkan membaca Al Qur’an, diantaranya dengan menggunakan buku yang sudah dikemas per jilid sesuai dengan usia atau kemampuan anak. Seperti Iqro’, Qiro’ati, Ummi, Yanbu’a dan lain-lain.

Adapun cara mengajarkannya bisa dengan metode klasikal / bersama-sama selanjutnya setoran sendiri-sendiri setiap anak. 

Agar lebih menarik dan menyenangkan bagi anak bisa juga dengan menggunakan APE. APE bisa membuat sendiri atau membeli yang sudah jadi. Yang bisa di buat oleh guru sendiri diantaranya yaitu Kartu Huruf Hijaiyah. Dengan permainan yang atraktif dan inovatif bisa membuat anak lebih bersemangat saat belajar membaca Al Qur’an.

By : Indri@

kegiatan menanam tanaman

Mengajak anak berkebun merupakan aktivitas di luar ruangan dengan tujuan mengenalkan proses menanam kepada anak. Aktivitas ini biasanya sangat disukai oleh anak-anak usia dini. Kegiatan mengenalkan berkebun kepada anak sangat berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan moral, nilai-nilai agama, fisik motorik, kognitif, bahasa dan seni juga sosial dan emosional anak. Selain itu mengajak anak berkebun juga bertujuan untuk memberi kesempatan anak mengamati proses tumbuh dan berkembang suatu tanaman yang merupakan salah satu dari mahluk hidup yang harus kita rawat dan kita jaga.

Ada beberapa manfaat berkebun untuk  anak:

Pertama dengan berkebun, anak-anak dapat menyentuh dan merasakan kotoran, biji dan bunga, melihat warna-warna cerah dan beragam ukuran tanaman, mendengar suara sayuran ketika diambil dari tanaman dan mencium aroma bunga yang menakjubkan. Membiarkan semua indera terlibat membantu anak-anak mengerti dan memahami konsep berkebun bersama dengan semua konsep matematika dan saintifik yang menyertainya.Kedua, mendorong anak menyukai makanan sehat.Ketiga, meningkatkan pengembangan motorik halus anak.Keempat, memperkenalkan anak-anak konsep iIlmiah. Kelima, berkebun dapat mempererat hubungan keluarga. Anak-anak dan orang tua dapat bekerja sama untuk menanam benih, merawat tanaman dengan diberi pupuk dan disiram, memetik bunga dan sayuran yang ditanam. Keluarga kemudian dapat bekerja bersama untuk memasak membuat makanan dengan menggunakan bahan-bahan sayuran yang telah mereka dapat di kebun.dan yang terakhir, mengajarkan anak tanggung jawab.

SEKOLAH MENYENANGKAN DI PAUD AL AZHAAR TULUNGAGUNG

SEKOLAH MENYENANGKAN DI PAUD AL AZHAAR TULUNGAGUNG

Paud Al Azhaar Tulungagung yang beralamatkan di Ringinpitu RT 01/RW 01 Kedungwaru Tulungagung pada hari Jum’at, 7 Januari 2022 mengadakan kegiatan pembelajaran di luar kelas. kegiatan ini bertujuan untuk mengajak anak – anak belajar mengenali lingkungan sekitar dan mengenal Pencitnya. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri Paud Al Azhaar Tulungagung. Kegiatan sekolah menyenangkan ini dimulai sejak pukul 08.00 pagi sampai pukul 10.00. Kegiatan dimulai dengan berdo’a bersama – sama yang dipimpin oleh mas Raffazya. Selesai berdo’a, anak – anak bermuroja’ah surat An Naba’ dan surat An Naaz’iat. Anak – anak sangat antusias mengikuti kegiatan luar kelas yang menyenangkan ini. Ada beberapa games yang menyenangkan yang diikuti oleh anak – anak . Games yang menyenangkan ini dapat meningkatkan imun dan kesehatan anak – anak.

MANFAAT BELAJAR DI LUAR KELAS

Belajar  selalu di dalam kelas membuat anak jenuh,sehingga pelajaran yang di berikan kepada anak susah untuk di terima.Secara umum tujuan pendidikan mengembangkan bakat dan kreatifitas di alam terbuka. 

Belajar mengajar di luar kelas memiliki beberapa arti penting diantaranya:

  1. Anak didik akan dapat beradaptasi dengan lingkungan, alam sekitar,serta kehidupan masyarakat
  2. Anak didik dapat mengetahui pengalaman hidup di sekitarnya
  3. Anak didik dapat memiliki apresiasi terhadap lingkungan dan orang sekitar 
  4. Belajar di luar kelas dapat melibatkan semua dalam pembelajaran

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

PaudAlazhaar.sch.id – Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini. Pendidikan anak usia dini (PAUD) yang baik dan tepat dibutuhkan anak untuk menghadapi masa depan, begitulah pesan yang disampaikan Profesor Lewat bermain yang terarah, anak usia dini sudah bisa belajar banyak hal. Sandralyn Byrnes, Australia’s & International Teacher of the Year saat seminar kecil di acara Giggle Playgroup Day 2011, gelaran Miniapolis & Giggle Management, Jumat, 11 Februari 2011 lalu.

Menurut Byrnes, PAUD akan memberikan persiapan anak menghadapi masa-masa ke depannya, yang paling dekat adalah menghadapi masa sekolah. “Saat ini, beberapa taman kanak-kanak sudah meminta anak murid yang mau mendaftar di sana sudah bisa membaca dan berhitung. Di masa TK pun sudah mulai diajarkan kemampuan bersosialisasi dan problem solving. Karena kemampuan-kemampuan itu sudah bisa dibentuk sejak usia dini,” jelas Byrnes.

Di lembaga pendidikan anak usia dini, anak-anak sudah diajarkan dasar-dasar cara belajar. “Tentunya di usia dini, mereka akan belajar pondasi-pondasinya. Mereka diajarkan dengan cara yang mereka ketahui, yakni lewat bermain. Tetapi bukan sekadar bermain, tetapi bermain yang diarahkan. Lewat bermain yang diarahkan, mereka bisa belajar banyak; cara bersosialisasi, problem solving, negosiasi, manajemen waktu, resolusi konflik, berada dalam grup besar/kecil, kewajiban sosial, serta 1-3 bahasa.”

Karena lewat bermain, anak tidak merasa dipaksa untuk belajar. Saat bermain, otak anak berada dalam keadaan yang tenang. Saat tenang itu, pendidikan pun bisa masuk dan tertanam. “Tentunya cara bermain pun tidak bisa asal, harus yang diarahkan dan ini butuh tenaga yang memiliki kemampuan dan cara mengajarkan yang tepat. Kelas harusnya berisi kesenangan, antusiasme, dan rasa penasaran. Bukan menjadi ajang tarik-ulur kekuatan antara murid-guru. Seharusnya terbangun sikap anak yang semangat untuk belajar,” jelas Byrnes.

Contoh, bermain peran sebagai pemadam kebakaran, anak tidak akan mendapat apa-apa jika ia hanya disuruh mengenakan busana dan berlarian membawa selang. Tetapi, guru yang mengerti harus bisa mengajak anak menggunakan otaknya saat si anak berperan sebagai pemadam kebakaran, “Apa yang digunakan oleh pemadam kebakaran, Nak? Bagaimana suara truk pemadam kebakaran yang benar? Apa yang dilakukan pemadam kebakaran? Pertanyaan-pertanyaan semacam itu akan ditanyakan untuk memancing daya pikir si anak,” contoh Byrnes.

Selama 7 tahun meneliti pendidikan anak usia dini di Indonesia, Byrnes juga menemukan sebagian orangtua memiliki konsep bahwa anak-anak di usia itu sudah bisa berpikir. “Anak-anak usia dini belum bisa berpikir dengan sempurna seperti orang dewasa. Anak-anak usia tersebut harus dipandu cara berpikir secara besar, cara mencerna, dan berdaya nalar. Sayangnya, beberapa lembaga pendidikan anak usia dini di Indonesia belum mengajarkan mengenai multiple intelligences. Ini kembali ke perkembangan latar belakang ahli didiknya,” ungkap Byrnes.

Apa perbedaan anak-anak yang belajar di lembaga pendidikan usia dini berkualitas dengan anak-anak yang tidak belajar? “Di lembaga pendidikan anak usia dini yang bagus, anak-anak akan belajar menjadi pribadi yang mandiri, kuat bersosialisasi, percaya diri, punya rasa ingin tahu yang besar, bisa mengambil ide, mengembangkan ide, pergi ke sekolah lain dan siap belajar, cepat beradaptasi, dan semangat untuk belajar. Sementara, anak yang tidak mendapat pendidikan cukup di usia dini, akan lamban menerima sesuatu,” terang Byrnes yang pernah mendapat gelar Woman of the Year dari Vitasoy di Australia. “Anak yang tidak mendapat pendidikan usia dini yang tepat, akan seperti mobil yang tidak bensinnya tiris. Anak-anak yang berpendidikan usia dini tepat memiliki bensin penuh, mesinnya akan langsung jalan begitu ia ada di tempat baru. Sementara anak yang tidak berpendidikan usia dini akan kesulitan memulai mesinnya, jadi lamban. Menurut saya, pendidikan anak sudah bisa dimulai sejak ia 18 bulan,” tutup Byrnes.

Sumber: http://female.kompas.com/read/2011/02/13/05354263/Mengapa.Pendidikan.Anak.Usia.Din