Kehebohan dan Keasyikan Santri Paud Al Azhaar Tulungagung di Tempat Wisata Tegal Pule yang Seru dan Wow!”

Santri Paud Al Azhaar Tulungagung memperlihatkan keceriaan dan semangat yang luar biasa saat mengunjungi tempat wisata Tegal Pule. Agenda rutin ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan semangat belajar, tetapi juga memberikan kesempatan kepada santri untuk mengexplore alam sekitar. Di bawah panduan yang baik dari para Guru, semua anak merasa sungguh senang dan bergembira saat bermain bersama di tempat tersebut. Mereka bahkan memiliki kesempatan untuk naik delman, melihat ikan-ikan yang indah, dan bermain di rumah joglo yang nyaman. Kenyamanan tempat tersebut terlihat dari adanya televisi dan tempat duduk yang luas, yang memungkinkan anak-anak untuk leluasa bermain dan menikmati suasana bersama. Semua momen super keren ini juga berhasil diabadikan dalam foto-foto yang menggambarkan kehebohan dan keasyikan santri saat berada di Tegal Pule.

ANAK-ANAK PAUD AL AZHAAR TULUNGAGUNG BELAJAR MEMBUAT JENANG TRADISIONAL

Tulungagung, 1 September 2023 – Sebuah momen tak terlupakan terjadi di Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, di mana anak-anak Paud Al Azhaar secara antusias belajar proses pembuatan jenang tradisional dari seorang ahli, Pak Lasimun, yang terkenal tidak hanya di kabupaten Tulungagung tetapi juga secara nasional. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran life skill yang berharga bagi 30 anak yang terdiri dari kelas B1 dan B2 Paud Al Azhaar Tulungagung.

Pak Lasimun, seorang yang berpengalaman dalam pembuatan jenang tradisional, membuka pintu rumahnya dan hatinya untuk berbagi pengetahuan kepada generasi muda. Dalam pelajarannya, ia menjelaskan bahwa pembuatan jenang melibatkan tiga bahan utama: tepung beras, kelapa, dan gula merah. Proses memasaknya memerlukan kesabaran, dengan waktu masak selama 6 jam yang memerlukan pengadukan kontinu. Anak-anak Paud Al Azhaar dengan mata berbinar-binar mendengarkan penjelasan detail ini.

“Kegiatan ini sangat berharga bagi anak-anak kami,” kata Ustadzah Ririn Nurnaningsih, guru pendamping yang memimpin rombongan. “Mereka tidak hanya belajar tentang cara membuat jenang tradisional, tetapi juga pentingnya kesabaran dan ketelatenan dalam pekerjaan. Ini adalah pelajaran life skill yang akan berguna dalam kehidupan sehari-hari mereka.”

Guru pendamping sebanyak 6 orang dengan penuh semangat membantu anak-anak dalam proses belajar. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk mengajarkan cara membungkus jenang dengan kertas pembungkus yang benar dan ciamik. Keahlian ini juga dianggap penting dalam melestarikan budaya lokal.

Bu Nurhayati, Kepala Sekolah Paud Al Azhaar Tulungagung, tak hanya memberangkatkan rombongan, tetapi juga ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Beliau mengungkapkan, “Kami sangat bangga dengan semangat anak-anak kami dalam belajar dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ini adalah salah satu cara kami mengajarkan mereka tentang nilai-nilai kearifan lokal dan pentingnya berbagi pengetahuan dengan masyarakat sekitar.”

Kegiatan ini merupakan contoh nyata bagaimana pendidikan tidak hanya terbatas pada kelas, tetapi juga melibatkan interaksi dengan komunitas dan budaya setempat. Anak-anak Paud Al Azhaar Tulungagung membawa pulang pengalaman berharga dan keterampilan baru yang akan membantu mereka tumbuh menjadi generasi yang berpenghargaan terhadap tradisi dan memiliki keterampilan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Kami berharap kegiatan seperti ini akan terus berlanjut untuk mendukung pembelajaran yang beragam dan pembentukan karakter anak-anak di Paud Al Azhaar Tulungagung. Semoga mereka terus termotivasi untuk belajar dan berbagi dengan masyarakat sekitar.

Dengan demikian, kegiatan belajar pembuatan jenang tradisional bersama Pak Lasimun di Desa Bono, Tulungagung, tidak hanya memberikan pengetahuan tentang warisan budaya lokal tetapi juga memupuk semangat berbagi pengetahuan dan keterampilan dalam generasi muda. Semoga anak-anak ini terus tumbuh menjadi individu yang berharga bagi masyarakat Tulungagung dan Indonesia secara keseluruhan.

Dirgahayu Indonesiaku

Dalam rangka memperingati Dirgahayu Republik Indonesia ke 78,Lembaga Pendidikan Islam Al Azhaar Tulungagung mengadakan Pawai Budaya dan Bhinneka untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia. Adapun kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid,walimurid dan semua guru dengan berbagai kostum, ada yang berbusana daerah, kostum pahlawan pejuang kemerdekaan dan kostum bermacam profesi sebagai wujud cita-cita di masa depan.

Paud Al Azhaar Tulungagung sebagai bagian jenjang terkecil di LPI Al Azhaar turut memeriahkan Dirgahayu RI dengan penuh semangat meskipun usianya masih 3-4 tahunan. Dengan penuh sukacita anak-anak Paud beserta orangtua pendamping mengikuti upacara pembukaan sebelum pawai dimulai. Upacara pembukaan dihadiri oleh pejabat instansi terkait dan pagelaran ektra memanah dari SD Islam Al Azhaar.

Pemberangkatan dimulai dari jenjang terkecil yaitu Paud Al Azhaar, Rubat, Tk Islam Al Azhaar, SDI Al Azhaar, SMP Islam Al Azhaar, dan SMA/SMK Islam Al Azhaar. Peserta Pawai berjalan kaki sesuai dengan rute yang sudah ditentukan. Dengan semangat cinta tanah air dan mengingat para pejuang kemerdekaan pantang lelah dan pantang menyerah.

Pawai budaya yang melibatkan anak-anak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) merupakan salah satu bentuk perayaan yang indah dan bermakna dalam rangka memperingati Dirgahayu Republik Indonesia (HUT RI) ke-78. Pawai ini tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga menjadi wadah untuk mengajarkan nilai-nilai kebhinekaan dan cinta tanah air kepada generasi muda sejak dini.

Pawai budaya dalam perayaan HUT RI memiliki tujuan utama untuk merayakan keragaman budaya dan kebhinekaan Indonesia. Melalui pawai ini, anak-anak PAUD diajak untuk mengenali dan menghargai berbagai suku, agama, ras, dan budaya yang ada di Indonesia. Hal ini sangat penting dalam membangun kesadaran dan penghargaan terhadap perbedaan serta memupuk rasa persatuan dan kesatuan di antara anak-anak yang berasal dari latar belakang yang beragam.

Tujuan dan Manfaat:

  • Pengenalan Budaya Lokal: Pawai budaya memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar tentang budaya lokal mereka dan budaya daerah lain di Indonesia.
  • Pendidikan Kebhinekaan: Melalui pawai ini, anak-anak akan belajar tentang nilai-nilai pluralisme, toleransi, dan persatuan dalam perbedaan.
  • Pembelajaran Menyenangkan: Mengajarkan nilai-nilai budaya dan kebhinekaan melalui kegiatan yang menyenangkan akan lebih efektif di mata anak-anak.
  • Pengembangan Kreativitas: Melalui persiapan pawai, anak-anak akan terlibat dalam proses kreatif seperti membuat kostum, menghias kendaraan, dan menampilkan tarian.
  • Keterlibatan Orang Tua dan Masyarakat: Pawai ini juga bisa melibatkan orang tua dan masyarakat, yang akan berkontribusi dalam menyediakan kostum, dukungan moral, dan pengetahuan budaya.

Dalam kesimpulannya, pawai budaya dalam rangka HUT RI ke-78 untuk anak-anak PAUD merupakan upaya yang bermakna dalam mengajarkan kebhinekaan, persatuan, dan cinta tanah air sejak usia dini. Dengan melibatkan anak-anak dalam acara seperti ini, kita dapat membentuk generasi yang menghargai dan menjaga keanekaragaman budaya Indonesia.

SENANGNYA BERMAIN DAN BELAJAR DI PAUD AL AZHAAR

 PAUD cenderung mengutamakan pendekatan bermain dalam proses belajar. Anak-anak diajak untuk belajar melalui permainan dan aktivitas kreatif yang sesuai dengan perkembangan fisik dan kognitif mereka. Pendekatan ini membuat belajar terasa menyenangkan dan tidak terlalu tekanan.dalam Lingkungan yang didesain untuk menjadi ramah anak dengan warna-warna cerah, dekorasi menarik, dan peralatan belajar yang sesuai. Hal ini menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak, membuat mereka lebih termotivasi untuk belajar.

Belajar di PAUD juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berinteraksi dengan teman sebaya mereka. Interaksi sosial ini membantu dalam perkembangan kemampuan sosial dan emosional anak-anak, serta membuat proses belajar lebih menyenangkan karena ada teman-teman dengan siapa mereka bisa bermain dan belajar bersama.

dalam Aktivitas kreatif seperti melukis, mewarnai, bernyanyi, dan membuat kerajinan tangan sering kali menjadi bagian dari kurikulum PAUD. Anak-anak dapat mengekspresikan kreativitas mereka melalui berbagai cara ini, yang secara inheren menyenangkan dan memuaskan. antara lain :

  1. Kebebasan Eksplorasi: Anak-anak diajak untuk menjelajahi dan mengamati dunia di sekitar mereka. Mereka diberi kesempatan untuk mengeksplorasi objek, benda, dan lingkungan sekitar secara bebas, yang merangsang rasa ingin tahu dan rasa keingintahuan mereka.

  2. Pujian dan Penghargaan: Di lingkungan PAUD, prestasi anak-anak sering kali dipuji dan dihargai. Pujian ini dapat meningkatkan rasa percaya diri anak-anak dan memberi mereka dorongan untuk terus belajar.

MEMPERINGATI HUT RI KE ”78”

Memperingati HUT RI ''78''
dengan mengusung tema :
cita-cita anak bangsa,berkarya untuk Indonesia berbhineka tunggal ika

tanggal,19 agustus 2023

Setiap tahun, PAUD mengadakan pawai yang berbeda-beda tema, merangsang kreativitas anak-anak serta menunjukkan keterlibatan mereka dalam persiapan dan eksekusi acara tersebut. Tema pawai sering kali berkaitan dengan pendidikan, lingkungan, nilai-nilai moral, atau perayaan budaya. Dalam mempersiapkan pawai ini, anak-anak diajak untuk berpartisipasi dalam proses pemilihan tema, pembuatan kostum, dan dekorasi.

Pelajaran dalam Persiapan Pawai

Proses persiapan pawai ini memberikan banyak pelajaran berharga bagi anak-anak. Mereka belajar tentang kerja sama dalam tim, kreativitas dalam mendesain dan membuat kostum serta hiasan, serta tanggung jawab dalam menjaga kebersihan dan kerapihan saat berpartisipasi dalam pawai. Melalui aktivitas ini, mereka juga bisa mengembangkan keterampilan motorik halus dan keterampilan sosial seperti berinteraksi dengan teman sekelas dan guru.

Kegembiraan dan Keterlibatan Orang Tua

Pawai anak PAUD bukan hanya kesempatan bagi anak-anak untuk bersenang-senang, tetapi juga bagi orang tua untuk terlibat dalam pendidikan anak mereka. Orang tua seringkali ikut ambil bagian dalam proses persiapan pawai dengan membantu anak-anak dalam membuat kostum atau hiasan. Keterlibatan orang tua ini dapat mempererat hubungan antara sekolah dan keluarga serta memberikan contoh positif tentang pentingnya mendukung pendidikan anak-anak.

Menanamkan Nilai dan Keberagaman Budaya

Selain mengenalkan konsep kreativitas dan kerja sama, pawai anak PAUD juga dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai positif pada anak-anak. Dengan memilih tema yang berfokus pada nilai-nilai moral, mereka dapat belajar tentang pentingnya berbagi, tolong-menolong, dan menghormati orang lain. Jika tema pawai melibatkan perayaan budaya, anak-anak juga bisa belajar menghargai keberagaman budaya di masyarakat.

Kesimpulan

Pawai anak PAUD adalah contoh bagaimana pendidikan dapat diintegrasikan dengan kegiatan yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak. Dengan membiarkan mereka terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan pawai, kita tidak hanya merangsang kreativitas mereka, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang kerja sama, tanggung jawab, dan nilai-nilai positif. Semua aspek ini bersama-sama membentuk fondasi yang kuat untuk perkembangan masa depan mereka.